Refleksi Akhir Tahun 2025: Kemandirian Dimulai dari Sekolah, Menuju Indonesia yang Berdaulat Pangan

ARTIKEL

Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH.

12/27/2025

Di penghujung tahun 2025, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) dengan penuh rasa syukur dan komitmen teguh merefleksikan perjalanan transformatif dalam membangun fondasi ketahanan pangan nasional. Tahun ini menjadi titik tolak strategis, di mana visi kami untuk mewujudkan kemandirian pangan menemukan momentum dan bentuk nyata melalui program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah. Inisiatif ini, yang didukung penuh oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Otonomi Daerah, bukan sekadar proyek, melainkan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia, selaras dengan semangat Asta Cita pemerintahan.

Kami menyadari bahwa tantangan ketahanan pangan tidak hanya tentang luas lahan, tetapi tentang memberdayakan potensi manusia sejak dini. Melalui pendekatan edukatif, produktif, dan terstruktur, sekolah-sekolah di Kutai Kartanegara, Bantaeng, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Bogor, dan daerah percontohan lainnya telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran pangan modern. Di sana, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi menjadi produsen aktif, menanam sayuran dalam polibag, memahami siklus hidup pangan, dan melihat langsung kontribusi mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya. Setiap polibag yang ditanam adalah simbol harapan dan langkah nyata menuju pengendalian inflasi melalui pasokan lokal.

Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan. Sinergi yang erat dengan kepala daerah melalui Ditjen Otda membuktikan bahwa kemandirian pangan adalah tanggung jawab kolektif. Dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan lingkungan yang kondusif, pelatihan guru, dan integrasi kebijakan telah memperkuat ekosistem program. Kabupaten Bantaeng, dengan budaya kolektifnya yang kuat, bahkan muncul sebagai model inspiratif yang menunjukkan bahwa dampak signifikan dapat dicapai dengan gerak cepat dan dukungan penuh.

Tahun 2025 juga membuka lembaran baru kolaborasi internasional. Tawaran kerja sama dari China untuk program study tour, magang, dan pelatihan di bidang pertanian modern dan teknologi pangan merupakan pengakuan atas potensi besar program YSPN. Peluang ini adalah jembatan untuk mempercepat peningkatan kapasitas SDM Indonesia. Kami berkomitmen untuk mengirimkan siswa-siswa terbaik dari daerah percontohan untuk mempelajari teknologi smart farming, akuakultur berkelanjutan, dan manajemen logistik, agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang membawa inovasi ke tanah air.

Di balik semua pencapaian ini, kami diingatkan oleh pesan Ketua Umum YSPN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, tentang skala dampak yang masif: dengan lebih dari 14 ribu SMK dan 61 ribu SLTP, partisipasi aktif setiap siswa, betapapun kecilnya, akan berkontribusi pada lumbung pangan nasional. Inilah kekuatan sebenarnya: mobilisasi generasi muda sebagai produsen pangan skala mikro yang terhubung dalam jaringan raksasa.

Sebagai penutup tahun, YSPN mempertegas komitmen untuk memperluas program ke lebih banyak daerah, mendiversifikasi komoditas, dan mengintegrasikan teknologi. Kami percaya bahwa membangun kesadaran kemandirian pangan sejak usia dini adalah pondasi terkuat untuk Indonesia yang berdaulat pangan. Terima kasih kepada seluruh pihak; pemerintah, pemda, sekolah, guru, siswa, dan mitra, yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Tahun 2025 adalah bukti bahwa dengan konsistensi, kolaborasi, dan keyakinan pada generasi muda, swasembada pangan bukanlah mimpi, tetapi destinasi yang pasti kita raih bersama.

YSPN, Maju Terus untuk Pangan Indonesia yang Mandiri dan Berkelanjutan ...